Trik launching komunitas secara online

Bukan jadi suatu rahasia lagi kalau cara orang-orang dalam beli suatu produk terus berubah setiap tahunnya.

Buat era modern seperti ini, sudah banyak orang yang lakukan research mereka sendiri, baca review produk, cari rekomendasi dari teman atau orang terdekat sebelum akhirnya mereka buat keputusan.

Dan yang butuh Anda tahu ialah komunitas online mulai berperan dalam proses ini.

Dengan data 74% calon pembeli lakukan research online sebelum mereka akhirnya putuskan buat purchase, komunitas B2B seperti G2Crowd atau GetApp bisa dipakai buat edukasi calon customer dan bantu mereka buat peroleh keputusan pembelian yang lebih baik.

Forum ini kasihkan kesempatan kepada orang-orang buat belajar dari customer experience yang sudah ada.

Tidak Cuma itu saja, mereka juga kasihkan ruang kepada masyarakat buat sampaikan feedback.

Feedback bisa di pakai buat timbulkan rasa percaya dan buktikan keaslian produk kalau ada keraguan yang datang dari calon customer.

Artikel kali ini saya bakal ajak Anda buat selami lebih dalam soal komunitas online serta kasihkan panduan dan cara tepat dalam launching komunitas online yang sukses.

Mari kita mulai bahasannya.
Mengapa Anda Bangun Komunitas?

Kalau Anda me-launching suatu komunitas baru atau me-refresh komunitas yang ada, hal ini makan waktu Anda sebab Anda butuh persiapkan rencana buat pastikan keberhasilan.

Cara terbaik buat mulainya ialah tentukan kenapa Anda bangun komunitas.

Alasannya dapat dari Anda coba buat kasihkan support pada bisnis atau usaha pemasaran yang sudah ada atau Anda mau atasi review negatif dan identifikasi fans yang antusias.

Terdapat 2 pertanyaan yang mesti Anda pertimbangkan ketika buat komunitas online :

Kenapa saya mesti terlibat dengan customer online saya?
Platform apakah yang terbaik buat lakukan hal itu?
Buat pandu Anda lalui proses dirikan suatu komunitas online secara lebih rinci, teruslah membaca artikel ini.

Gratisan vs Memiliki Forum Komunitas : Mana yang Tepat?

Meskipun jaringan social media dan platform komunitas tampaknya bisa ditukar atau digonta-ganti, sebetulnya ada perbedaan yang jelas.

Suatu jaringan social media bisa terdiri dari pengguna yang tidak miliki kesamaan (Cuma pakai platform sebab teman-teman mereka juga pakai itu), sementara masyarakat tertarik pada isu yang spesifik.

Ada platform “gratis” seperti Facebook dan Google+ yang tawarkan fitur komunitas, tapi pakai fasilitas dari mereka tetap ada pro dan kontranya.

Pro : Gratis dan dilengkapi dengan built-in audience.

Kontra : Anda tidak miliki database serta terikat dengan Zuckerberg dan teman-teman.

Lalu ada platform yang bisa dimiliki seperti forum komunitas. Ini ialah tempat yang dipunyai saama suatu brand dan juga tawarkan seluruh manfaat dari platform social media.

Anda dapat komunikasi dengan anggota Anda secara leluasa. Selain itu, Anda miliki kontrol yang lebih ketat atas brand Anda dan sampaikan pesan tanpa mesti bersaing dengan suara lain.

Platform komunitas mungkinkan Anda buat lewati keterbatasan jaringan sosial.

Fitur seperti analisis lebih dalam, Single Sign On (SSO), gamifikasi, lebih banyak akses pada member dan mengkustomasi desain mungkinkan Anda buat ciptakan experience yang lebih baik lagi terhadap fans Anda.
Kalau Anda perlukan keamanan, pakai area pribadi buat interaksi satu sama lain dengan fans Anda, ini rupakan pilihan yang terbaik.

Dengan demikian artikel ini saya buat untuk menambahkan wawasan anda dan juga membantu anda dalam bangun komunitas social yang akan bantu banyak dalam pekerjaan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *