Fintech Sistem Finansial Pada Era Digital

Fintech Sistem Finansial Pada Era Digital

Kalau dibandingkan sama sepuluh tahun lalu, sekarang ini teknologi sudah alami perkembangan yang begitu cepat. Tidak Cuma di bidang teknologi itu sendiri, namun juga merambah sampai bidang-bidang yang lain. Tidak terkecuali finansial. Berkat perkembangan teknologi, berbagai aktivitas finansial dapat dilakukan dengan lebih mudah dan praktis sampai bisa hemat waktu dan tenaga.

Mulai dari transaksi melalui smartphone, bayar dengan gunakan e-Money, bahkan sampai melakukan investasi, semuanya kini dapat dilakukan secara mudah. Mungkin kamu tidak sadari, namun fintech ialah bagian dari hal-hal itu.

Apakah yang dimaksud dengan fintech?

Yupps, berapa tahun terakhir ini memang istilah fintech banyak jadi bahan pembicaraan. Tapi, sebetulnya apa sih yang dimaksud dengan fintech? Fintech ialah singkatan dari financial technology, ialah penggabungan antara teknologi dan sistem finansial atau keuangan. Jika menurut National Digital Research Centre (NDRC), fintech merujuk pada inovasi dalam bidang jasa finansial atau inovasi finansial yang dikasih sentuhan teknologi modern.

Definisi itu tidak jauh beda dari yang dipaparkan sama Bank Indonesia. Pada situs resminya, Bank Indonesia definisikan financial technology sebagai hasil gabungan antara teknologi dan jasa keuangan, yang mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat. Maka, yang pada awalnya harus melakukan transaksi dengan bertemu langsung atau bertatap muka, sekarang dapat dilakukan walau dengan jarak jauh dalam hitungan detik saja.

Apa manfaat yang dikasihkan sama fintech?

Berkat adanya pemanfaatan teknologi yang digabung dengan sistem finansial, fintech juga berhasil kasihkan banyak manfaat pada berbagai lingkup kehidupan. Mulai dari memudahkan layanan finansial sampai mendukung inklusi keuangan, ini dia berapa manfaat fintech yang butuh anda tahu.

Kemudahan layanan finansial

Salah satu manfaat yang ditawarkan sama fintech ialah kemudahan layanan finansial, mungkin manfaat satu inilah yang sangat terasa. Coba bandingkan dengan sepuluh tahun lalu. Ketika hendak mentransfer uang, kamu mungkin mesti mendatangi mesin ATM atau teller di bank. Hal ini tentu cukup merepotkan sebab butuh waktu yang tidak sebentar. Belum lagi jika kamu mesti antri, tentu semakin banyak waktu yang terbuang.

Tapi, hal seperti itu dapat disederhanakan berkat kehadiran fintech. Sekarang, kamu dapat lakukan transfer uang Cuma melalui smartphone. Bahkan berapa layanan fintech juga mungkinkan anda buat bayar berbagai tagihan bulanan, contohnya listrik, telepon, dan BPJS. Kamu juga jadi dapat menghemat waktu dan tenaga sebab tidak butuh keluar rumah buat lakukan transaksi itu.

Membantu UMKM peroleh modal usaha berbunga lebih rendah

Sebelum kemunculan fintech, mayoritas pelaku UMKM di Indonesia andalkan pinjaman bank buat peroleh modal usaha. Tentu tidak ada yang salah sama hal ini. Tapi, butuh anda ingat lagi jika pinjaman bank biasanya miliki bunga yang cukup tinggi. Belum lagi prosedur dan persyaratan yang umumnya cukup susah.

Fintech ialah solusi terbaik buat bantu majukan UMKM. Sekarang ini, sudah ada cukup banyak penyedia layanan fintech di Indonesia yang tawarkan pinjaman modal usaha dengan bunga relatif lebih rendah apabila dibandingkan sama bunga bank. Sistem ini disebut juga dengan peer-to-peer (P2P) lending, yakni sebuah praktik berbasis online platform yang pertemukan pelaku UMKM yang perlukan dana dengan orang-orang yang bersedia berinvestasi pinjamkan uang mereka.

Mendukung inklusi keuangan

Inklusi keuangan merujuk pada akses terhadap lembaga keuangan masyarakat. Pada 2019 ini, Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DKNI) menargetkan 75% inklusi keuangan. Tapi , hingga saat ini target itu baru tercapai 49%. Itulah kenapa pemerintah Indonesia menyusun kebijakan inklusi keuangan demi menarget masyarakat yang berada pada piramida ekonomi paling bawah. Umumnya, masyarakat ini tinggal di desa-desa terpencil.

Fintech ialah alternatif solusi buat bisa bantu capai target inklusi keuangan itu. Umumnya, layanan fintech berbasis online hingga dapat lebih mudah diakses selama siapa pun miliki jaringan internet. Hal ini sejalan sama pilar ketiga dari pengembangan inklusi keuangan di Indonesia, yakni Layanan Keuangan Digital Inovatif.

Apa saja jenis-jenis fintech yang tersedia di zaman sekarang?
Pada praktiknya, fintech miliki banyak produk dan layanan yang dapat anda manfaatkan. Tapi, Bank Indonesia membagi klasifikasi jenis fintech menjadi empat jenis, yaitu:

Peer-to-peer (P2P) lending dan crowdfunding

Klasifikasi pertama ialah P2P lending dan crowdfunding, yang dapat dibilang sebagai marketplace finansial. Platform satu ini pertemukan pihak yang perlukan dana sama pihak yang bersedia kasihkan dana buat investasi. Prosesnya cenderung lebih praktis kalau dibandingkan sama bank konvensional sebab dapat dilakukan dalam satu online platform. Contoh penyedia layanan P2P lending ialah Modalku, sedangkan buat contoh crowdfunding adalah KitaBisa.

Payment, clearing, dan settlement

Buat yang sering pakai payment gateway atau e-wallet, dua produk itu termasuk kategori payment, clearing, dan settlement ini. Baik yang diselenggarakan sama Bank Indonesia, contohnya Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI) ataupun pihak startup finansial lain seperti Xendit, Kartuku, dan Doku.

Manajemen risiko dan investasi

Melalui jenis fintech kategori ini, kalian dapat pantau kondisi keuangan sekaligus lakukan perencanaan keuangan secara lebih mudah dan praktis. Umumnya, fintech manajemen risiko dan investasi hadir dalam bentuk aplikasi yang dapat anda akses dari smartphone. Kamu Cuma butuh mengisi data-data yang diperlukan buat dapat kontrol keuangan sesuai keperluan.

Market aggregator

Fintech buat kategori market aggregator mengacu pada portal yang mengumpulkan ragam informasi terkait keuangan untuk disajikan pada pengguna atau target audiens. Informasi ini bermacam-macam, bisa soal tips keuangan, investasi, hingga kartu kredit. Dengan adanya market aggregator, diharapkan anda dapat baca info yang tepat sebelum mengambil keputusan terkait keuangan.

Gimana regulasi soal fintech di Indonesia?

Di Indonesia, fintech dapat dibilang sudah diterima dengan baik. Per Januari 2018 lalu, jumlah pengguna fintech di Indonesia sudah mencapai sekitar 260.000 orang. Hal ini juga didukung dengan adanya regulasi resmi dari pemerintah melalui Bank Indonesia terkait penerapan fintech. Ada tiga dasar hukum yang dijadikan landasan, ialah:

-Surat Edaran Bank Indonesia No. 18/22/DKSP perihal Penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital
-Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 soal Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran
-Peraturan Bank Indonesia No. 18/17/PBI/2016 tentang Uang Elektronik

Dengan adanya dasar hukum yang berlaku, baik penyedia maupun pengguna fintech dapat lakukan berbagai aktivitas finansial secara lebih aman dan nyaman. Kamu tidak butuh khawatir manfaatkan fintech sebab Bank Indonesia pastikan keamanan konsumen, terutama buat kerahasiaan data dan info anda. Di sisi lain, Bank Indonesia juga pastikan kalau setiap penyedia produk atau layanan fintech sudah atuhi peraturan yang sudah ditetapkan.

Keberadaan fintech ialah bukti kalau teknologi mampu kasihkan kemudahan yang diperlukan masyarakat Indonesia dalam lakukan berbagai aktivitas finansial, baik itu transaksi sampai investasi. Mengingat jumlah penggunanya yang cukup tinggi, bukan tidak mungkin di masa depan nanti bakal muncul berbagai inovasi baru di dunia fintech.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *